Nama:
Wahyu Sri Rizqi
NIM:
11901347
Kelas:
PAI/4C
Makul:
Magang 1 (Laporan Bacaan)
MANAJEMEN KELAS
Belajar adalah suatu proses yang komplek
dan terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar bisa terjadi
kapan saja dan dimana saja karena interaksi antara seseorang dan lingkungannya.
Secara sederhana belajar dapat dikatakan sebagai suatu proses yang terjadi
karena adanya usaha untuk membuat perubahan terhadap diri seseorang atau
kelompok yang melakukan, agar memperoleh perubahan dalam dirinya dalam tingkat
pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Proses belajar mengajar yang
diselenggarakan di sekolah sebagai pusat pendidikan formal lebih di tujukan
untuk mengarahkan perubahan pada diri seseorang secara terencana baik dari segi
kognitif, afektif dan psikomotorik. Interaksi belajar sangat dipengaruhi oleh
beberapa komponen yang terdiri atas: murid, guru, kepala sekolah, materi
pelajaran, sarana prasarana (perpustakaan), lingkungan dan beberapa fasilitas
lain yang memenuhi dalam proses pembelajaran sehingga akan menunjang
keefektifan proses pembelajaran.
A.
Manajemen
Kelas
Manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan,
ketatalaksanaan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan
atau sasaran yang diinginkan. Pengelolaan atau manajemen adalah penyelenggaraan
atau pengurusan, agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar,
efektif dan efisien. Sedangkan kelas adalah sebuah ruangan yang di dalamnya
terdapat sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari
guru yang sama pula. Kelas menurut pengertian umum dibedakan dari dua
pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa.
Hadari Nawawi memandang kelas dari dua sudut, yang
pertama yaitu kelas dalam arti sempit, seperti ruangan yang dibatasi oleh empat
dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar
mengajar. Dan yang kedua, kelas dalam arti luas, seperti suatu masyarakat kecil
yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang menjadi satu kesatuan dan
diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan
belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Dari
penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kelas diartikan sebagai
ruangan belajar atau kelompok belajar, yang dibatasi oleh empat dinding atau
tempat peserta didik belajar dengan tingkatan. Kelas juga dapat dipandang
sebagai kegiatan belajar yang diberikan oleh guru dalam suatu tempat, ruangan,
tingkat dan waktu tertentu.
B.
Manajemen
Kelas Menurut Pendapat Ahli
DR. Hadari Nawawi berpendapat bahwa manajemen kelas
diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi
kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal
untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan
dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan
kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.
Johanna Kasin Lemlech, dalam bukunya Drs. Cecep Wijaya
& Drs. A. Tabrani Rusyan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan manajemen
kelas adalah usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas dimulai dari
perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajarnya, pengaturan
lingkungannya untuk memaksimumkan efisiensi, memantau kemajuan siswa, dan
mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul.
Dr. Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa “manajemen
kelas adalah suatu usaha yang dilakukan terlaksana kegiatan belajar seperti
yang diharapkan.” Dan Drs. Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa “manajemen
kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal
mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan
pembelajaran.”
Dari beberapa pendapat para ahli diatas, maka dapat
diambil kesimpulan bahwa manajemen kelas merupakan upaya untuk mengelola siswa
didalam kelas yang dilakukan agar dapat menciptakan dan mempertahankan suasana
atau kondisi kelas yang mendukung program pengajaran dengan jalan menciptakan
dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta
dalam proses pendidikan di sekolah.
C.
Fungsi
Manajemen Kelas
Fungsi manajemen adalah sebagai wahana bagi perserta
didik untuk mengembangkan diri sebaik mungkin, baik yang berkenaan dengan
segi-segi potensi peserta didik yang lainnya. Agar fungsi manajemen peserta
didik dapat tercapai, ada beberapa fungsi manajemen kelas, yaitu:
-
Memberi guru pemahaman yang lebih jelas
tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pengajaran yang
dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
-
Membantu guru memperjelas pemikiran
tentang sumbangan pengajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
-
Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai
pengajaran yang diberikan dan prosedur yang digunakan.
-
Membantu guru dalam rangka mengenal
kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat murid, dan mendorong motivasi belajar.
-
Mengurangi kegiatan yang bersifat trial
dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi kurikulum yang lebih baik,
metode yang tepat dan menghemat waktu.
-
Murid-murid akan menghormati guru yang
dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesuai dengan
harapan-harapan mereka.
-
Memberikan kesempatan bagi guru-guru untuk
memajukan pribadinya dan perkembangan profesionalnya.
-
Membantu guru memiliki perasaan percaya pada
diri sendiri dan menjamin atas diri sendiri.
-
Membantu guru memelihara kegairahan
mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang terbaru kepada murid.
D.
Tujuan
Manajemen Kelas
Tujuan dari manajemen kelas adalah mengatur
kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan tersebut dapat menunjang proses
pembelajaran di lembaga pendidikan atau sekolah, agar proses pembelajaran di
lembaga pendidikan atau sekolah tersebut dapat berjalan dengan lancar, tertib
dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan sekolah
dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.
Adapun tujuan dari manajemen kelas adalah sebagai
berikut:
-
Agar pengajaran dapat dilakukan secara
maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
-
Untuk memberi kemudahan dalam usaha
memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan manajemen kelas, guru mudah
untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang dicapai
siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
-
Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat
masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran
pada masa mendatang.
Manajemen kelas ditujukan untuk dapat
menciptakan kondisi di dalam kelompok kelas berupa lingkungan kelas yang baik,
memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan
manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Manajemen kelas secara khusus dibagi
menjadi dua, yaitu tujuan untuk siswa dan guru. Tujuan untuk siswa, yang
pertama yaitu mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung-jawab individu
terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri. Kedua,
membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib
kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan
kemarahan. Dan yang ketiga membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan
diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan.
Sedangkan tujuan untuk guru yang pertama,
yaitu untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan
yang lancar dan kecepatan yang tepat. Kedua, untuk dapat menyadari akan
kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas
kepada siswa. Ketiga, untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif
terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu. Dan yang keempat untuk memiliki
strategi ramedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungan
dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas.
Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan
daripada manajemen kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan
tertib dan setiap guru mampu menguasai kelas dengan menggunakan berbagai macam
pendekatan dengan menyesuaikan permasalahan yang ada, sehingga segera tercapai
tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.
E.
Prosedur
Manajemen Kelas
Prosedur manajemen kelas dapat dilakukan secara
pencegahan (Preventif) maupun penyembuhan (Kuratif). Dikatakan secara preventif
adalah jika upaya yang dilakukan atas dasar inisiatif guru untuk mengatur
siswa, fasilitas yang berupa peralatan atau format belajar mengajar yang tepat
dan dapat mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar. Sedangkan yang
dimaksud dengan manajemen kelas secara kuratif adalah langkah atau tindakan
penyembuhan terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat mengganggu
kondisi-kondisi optimal dan proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.
1. Prosedur
Manajemen Kelas yang Bersifat Preventif Meliputi:
a) Peningkatan
kesadaran pendidik sebagai guru, seorang pendidik harus menyadari bahwa dirinya
memiliki tugas dan fungsi yaitu sebagai fasilitator bagi siswanya yang sedang
belajar, serta bertanggung-jawab terhadap proses pendidikan.
b) Peningkatan
kesadaran siswa kesadaran akan kewajibannya dalam proses pendidikan. Keefektifan
siswa dalam proses pembelajaran sebenarnya bergantung pada tingkat kesadarannya
semakin tinggi pula keefektifannya.
c) Penampilan
sikap tulus guru, seorang guru perlu bersikap dan bertindak secara wajar, tulus
dan tidak pura-pura terhadap siswa.
d) Pengenalan
terhadap tingkah laku siswa, tingkah laku siswa bisa bersifat perseorangan
maupun kelompok.
e) Penemuan
alternatif manajemen kelas, agar pemilihan alternatif tindakan Manajemen Kelas
dapat sesuai dengan situasi yang dihadapinya, maka perlu kiranya pendidik
mengenal berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam Manajemen Kelas.
f) Pembuatan
kontrak sosial, pada dasarnya berupa norma yang dituliskan dalam bentuk
peraturan atau tata tertib kelas baik tetulis maupun tidak tertulis, yang
berfungsi sebagai standar tingkah laku bagi siswa sebagai individu maupun
sebagai kelompok. Kontrak sosial yang baik adalah yang benar-benar dihayati dan
dipatuhi sehingga meminimalkan terjadinya pelanggaran.
2. Prosedur
Manajemen Kelas yang Bersifat Kuratif meliputi:
a) Identiffikasi
masalah, yang pertama guru melakukan identifikasi masalah dengan jalan berusaha
memahami dan menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang dapat mengganggu
kelancaran proses pendidikan didalam kelas.
b) Analisis
masalah, dari hasil penyelidikan yang mendalam, seorang guru dapat melanjutkan
langkah ini yaitu dengan berusaha mengetahui latar belakang serta sebab
timbulnya tingkah laku siswa yang menyimpang tersebut. Dengan begitu, maka akan
dapat ditemukan sumber masalah yang sebenarnya.
c) Penetapan
alternatif pemecahan, sebelum menetapkan alternatif tersebut, alangkah lebih
baik untuk mengetahui berbagai pendekatan yang sesuai untuk digunakan dalam
Manajemen Kelas serta memahami cara untuk mengatasi setiap masalah sesuai
dengan pendekatan masing-masing.
d) Monitoring,
hal ini dilakukan karena akibat dari perlakuan guru bisa saja mengenai sasaran,
yaitu meniadakan tingkah laku siswa yang menyimpang, tetapi tidak menutup
kemungkinan juga perlakuan guru tidak berakibat apa-apa terhadap siswa, atau
bahkan malah akan menimbulkan tingkah laku yang justru lebih jauh menyimpangnya.
e) Memanfaatkan
umpan balik, hasil dari monitoring seharusnya dapat dimanfaatkan secara
konstruktif, yaitu dengan cara mempergunakannya untuk Memperbaiki pengambilan
alternatif yang pernah ditetapkan jika suatu saat menghadapi masalah yang sama
pada situasi yang sama.
Sumber:
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 5, Nomor 2 : Agustus 2017. Oleh Alfian Erwinsyah (Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar