Rabu, 21 April 2021

Manajemen Sekolah

Nama: Wahyu Sri Rizqi

NIM: 11901347

Kelas: 4C/PAI

Makul: Magang 1


MANAJEMEN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Berikut hasil tugas mingguan pada mata kuliah Magang 1.

Manajemen Sekolah

Manajemen merupakan pengaturan,pengawasan, perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan proses atau pengarahan untuk menjadikan suatu lembaga, organisasi, sekolah, perusahaan dan lembaga-lembaga lainnya, agar lembaga tersebut bisa lebih terorganisir, lebih maju dan berkembang. Manajemen juga dapat dikatakan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan suatu proses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang.

Sekolah adalah suatu lembaga pendidikan yang di naungi oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi masyarakat-masyarakat yang berada di desa atau daerah tertinggal/ terpencil. Sekolah merupakan sumber pendidikan yang harus rencanakan dengan proses manajemen yang baik agar dapat memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak bangsa. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dirumuskan bahwa tujuan pendidikan Nasional, yaitu “Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demikratis dan bertanggung jawab”.

Pada dasarnya sekolah pasti akan memerlukan tenaga pendidik dan kependidikan yang berperan dan sangat menentukan kualitas pendidikan di sekolah tersebut yaitu guru, kepala sekolah, petugas TU dan petugas keamanan sekolah. Efektivitas sekolah tidak hanya fokus pada satu komponen pendidikan saja, namun juga pada semua komponen sekolah sebagai organisasi tempat belajar. Sebagaiman tugas pokok dan fungsinya masing-masing dalam struktur program yang memiliki tujuan agar siswa belajar dan mencapai hasil yang telah ditetapkan, yaitu memiliki kompetensi.

Menurut Supardi (2013:2) “sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki kemampuan untuk memberdayakan setiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal dan juga harus memiliki sistem pengelolaan yang baik, transparan dan akuntabel dalam rangka pencapaian visi dan misi serta tujuan sekolah secara efektif dan efisien”.

Manajemen pendidikan adalah proses manajemen, mengelola atau mengawasi proses pelaksanaan tugas pendidikan dengan menggunakan segala sumber yang efesien agar dapat mencapai tujuan secara efektif. Manajemen sekolah memiliki arti mengoptimalkan sumber daya atau pengelolaan dan pengendalian yang berkenaan dengan memberdayakan sekolah sebagai alternatif yang paling tepat untuk mewujudkan suatu lembaga pendidikan/ sekolah yang mandiri dan memiliki keunggulan tinggi.

Dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah, sangat diperlukan sistem pengelolaan sekolah yang bemutu dan mampu melakukan perubahan, pengembangan dan perbaikan secara terus menerus, sehingga dapat memberikan kepuasan kepada semua masyarakat dan lingkungan sekolah. Dalam tahap perencanan, guru harus merumuskan silabus atau rencana pembelajaran siswa, memperhatikan kondisi siswa, terutama dalam hal yang berkaitan dengan ranah kognitif, efektif, psikomotorik, metode yang tepat untuk pembelajaran, serta target yang harus diselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Fungsi Manajemen Sekolah

Adapun fungsi dari manajemen sekolah yang sering dikenal di kalangan masyarakat ada empat mcam, yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing), fungsi pengendalian (controlling), dan dalam fungsi pengorganisasian juga terdapat fungsi staffing (pembentukan staf/ jajaran). Manajemen sekolah merupakan suatu sistem yang mengelola dan menata sumber daya pendidikan di sekolah, yaitu tenaga kependidikan, peserta didik, masyarakat, kurikulum, dana (keuangan), sarana dan prasarana pendidikan, kegiatan pelaksanaan dan lingkungan pendidikan di sekolah. Soepardi (Mulyasa, 2011:11) mengungkapkan bahwa “Garapan atau pencapaian manajemen pendidikan meliputi bidang; organisasi kurikulum, perlengkapan pendidikan, media pendidikan, personil pendidikan, hubungan kemanusiaan, dan dana finansial atau keuangan”.


Peran Kepala Sekolah Dalam Manajemen

Kepala sekolah merupakan jabatan yang diperoleh seorang guru ketika guru tersebut sudah lama menjabat/ mengabdi sebagai seorang guru di suatu sekolah atau lembaga pendidikan. Menurut Wahjosumidjo (2011:83) “secara sederhana, kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin suatu lembaga atau sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran”.

Dalam hal ini, kepala sekolah harus menjadi tenaga fungsional guru yang memiliki tugas sebagai pemimpin bagi suatu lembaga sekolah, yaitu tempat berlangsungnya proses belajar mengajar atau tempat terjadinya interaksi antara guru yang memberikan pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Keberhasilan pendidikan di suatu lembaga sekolah akan ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolahnya dalam mengelola tenaga pendidik dan kependidikan yang tersedia di sekolah. Kepala sekolah adalah salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan proses kerja guru di sekolah.

Pengelolaan yang dilakukan oleh kepala sekolah dengan tugasnya sebagai manager sekolah harus melalui arahan atau keputusan yang telah ditetapkan dengan mengatur dan mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Rohiat (2010:14) manajemen merupakan alat untuk mengelola sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan harus benar-benar dipahami oleh kepala sekolah”. Keahlian kepala sekolah sebagai seorang manajer dalam mengelola sumber daya yang ada di dalam sekolah akan sangat tergantung pada kompetensi (skill) kepala sekolah itu sendiri ketika menjadi manajer sekaligus pemimpin di lembaga sekolah tersebut.

Kepala sekolah akan berhasil jika ia memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri sekolah sebagai organisasi yang bersifat kompleks dan unik, peran kepala sekolah harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Pada dasarnya kepala sekolah memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin di bidang pengajaran, pengembangan kurikulum, administrasi kesiswaan dan personalia staf, hubungan masyarakat, administrasi sekolah dan perlengkapan serta organisasi sekolah. 

Kepala sekolah memiliki kewajiban untuk menciptakan hubungan yang sebaik-baiknya dengan para guru, staf dan siswa, karena sejatinya kepemimpinan adalah kepengikutan. Ada tiga jenis peranan pemimpin yang dilihat dari otoritas dan status formal seorang pemimpin di sekolah. Dalam proses melaksanakan fungsinya, cara kerja seorang kepala sekolah sering kali dirumuskan sebagai EMASLIM,yang merupakan singkatan dari Educator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Innovator, dan Motivator.

Mutu Pendidikan

Mutu adalah hal berkaitan dengan baik buruknya suatu benda, kadar atau derajat. Mutu pendidikan yang diinginkan tidak akan terjadi begitu saja, tetapi untuk meningkatkan mutu perlu adanya perencanaan yang cukup matang, karena perencanaan adalah salah satu bagian penting dalam upaya peningkatan mutu. Depdiknas (Mulyasa, 2013:157), Secara umum, mutu dapat diartikan sebagai gambaran dan karakteristik yang menyeluruh dari suatu barang atau jasa yang akan menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan yang diharapkan. Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu meliputi input, proses dan output pendidikan di sekolah.

Sedangkan input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk keberlangsungan proses peningkatan mutu pendidikan. Input merupakan sumber daya, yang meliputi sumber daya manusia yaitu (kepala sekolah, guru termasuk guru BP, karyawan, siswa) dan sumber dayaguna (peralatan, perlengkapan, uang, bahan dan sebagainya). Proses pendidikan merupakan perubahan sesuatu menjadi sesuatu yang lain, yang berpengaruh terhadap keberlangsungan proses yang disebut input, sedangkan sesuatu yang dihasilkan dari proses input disebut output. Output pendidikan adalah sistem kerja (kinerja) sekolah. Kinerja sekolah merupakan prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/ perilaku pembelajaran di sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur/ dilihat dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efesiensinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerja, dan moral kerjanya.

Proses pendidikan akan bermutu jika seluruh komponen pendidikan terlibat dalam proses pendidikan itu sendiri. Kamisa (Karwati dan Priansa, 2013:15) menyebutkan bahwa “Mutu yang dimaksud dalam perspektif pendidikan adalah mutu dalam konsep relatif, terutama berhubungan dengan kepuasan pelanggan. Pelanggan pendidikan ada dua, yaitu pelanggan internal dan eksternal”. Pendidikan bermutu apabila pelanggan internal (kepala sekolah, guru dan karyawan sekolah) berkembang, baik fisik maupun psikis, sedangkan pelanggan eksternal, yaitu: (1) eksternal primer (peserta didik), (2) eksternal skunder (orang tua, pemimpin pemerintah dan perusahaan), dan (3) eksternal tersier (pasar kerja dan masyarakat luas).

Dalam perencanaan program peningkatan sekolah ada dua fungsi, yaitu perencanaan menjadi upaya sistematis yang menggambarkan penyusunan rangkaian proses yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang telah tersedia atau disediakan dan perencanaan yang merupakan kegiatan untuk memakai atau menggunakan sumber-sumber yang terbatas secara efesien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen sekolah akan mempengaruhi dan menentukan efektif atau tidaknya kurikulum, berbagai peralatan belajar, waktu mengajar, dan proses pembelajaran. Program peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang terakhir adalah perlengkapan, yaitu melakukan perbaikan atau rehabilitas gedung sekolah, penambahan ruang kelas, perbaikan atau pembuatan pagar pekarangan sekolah, perbaikan atau pembuatan lapangan olahraga, perbaikan atau penyediaan bangku untuk para murid.

Dalam pelaksanaan program manajemen sekolah, strategi yang diterapkan untuk tercapainya peningkatan mutu pendidikan di sekolah, yaitu dengan melakukan sosialisasi program, analisis SWOT, pemecahan masalah, peningkatan mutu, dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah. Tahapan yang terakhir yaitu evaluasi pelaksanaan program sekolah yang merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program yang telah dilaksanakan. Evaluasi pelaksanaan program sekolah harus dibuatkan laporan yang terdiri dari laporan keuangan dan laporan teknis. Laporan keuangan yang berkaitan dengan penggunaan uang serta pertanggungjawabannya, sedangkan laporan teknis yaitu laporan tentang program pelaksanaan dan hasil pelaksanaan program sekolah.

Hambatan yang mungkin akan dihadapi dalam proses perencanaan peningkatan program pendidikan sekolah, yaitu kurangnya partisipasi masyarakat dan kesulitan ekonomi sehingga dukungan masyarakat terhadap manajemen sekolah juga ikut rendah. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 8 yang berbunyi “masyarakat berhak untuk turut berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program peningkatan mutu pendidikan di sekolah”.

Sedangkan hambatan dalam perencanaan program sekolah, yaitu partisipasi masyarakat dan kesulitan ekonominya sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah menjadi rendah. Maka upaya yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah adalah dengan mengajak orang tua murid dan masyarakat untuk memberikan dukungan non dana kepada sekolah, walaupun mereka tidak mampu berkontribusi dalam menyumbang dana pendidikan.


 Sumber bacaan: 

Jurnal Administrasi Pendidikan ISSN 2302-0156 Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Oleh Muhammad Nur1, Cut Zahri Harun2, Sakdiah Ibrahim3.

Rabu, 14 April 2021

Empat Kompetensi Guru Profesional

Nama: Wahyu Sri Rizqi

NIM: 11901347

Kelas: PAI/4C

Makul: Magang 1


Empat Kompetensi Guru Profesional

(Kompetensi Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa)


Guru merupakan seseorang yang harus mampu dan di tuntut untuk bisa mendidik dan membimbing siswanya. Menjadi seorang guru memang bukan hal yang mudah, sebab guru harus bisa memberikan kontribusi yang cukup untuk membuat siswa meningkatkan prestasi belajar mereka. Guru harus dapat menjadi contoh dan teladan terbaik bagi siswa agar mereka juga dapat menerapkan keteladanan yang di contohkan oleh seorang guru. Maka dari itu guru harus memiliki 4 kompetensi profesional, agar dapat mengembangkan dan meningkatkan prestasi belajar terhadap siswa.

Setiap sekolah harus memiliki kebijakan dalam peningkatan mutu pembelajaran, terutama terhadap siswa. Pengajaran harus diupayakan dari berbagai pihak, dan yang paling utama adalah peran sebagai seorang guru. Guru memiliki pengaruh dan peranan yang paling besar dalam hal ini, karena guru dapat menentukan masa depan bangsa ini dengan cara mendidik dan membimbing siswanya secara profesional dan berkualitas. Guru dituntut harus bisa mendidik siswa agar menjadi manusia yang terdidik dan dapat memahami perannya sebagai manusia, agar dapat bermanfaat untuk dirinya, orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Guru merupakan profesi yang sangat penting dalam lembaga pendidikan, sehingga memerlukan keahlian khusus dalam mengemban amanah untuk menjadi seorang guru. Guru harus dapat mendidik, mengajar dan melatih siswa agar dapat memahami dan mengembangkan nilai hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengembangkan keterampilan diri mereka, sebagaimana yang dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan Nasional, pasal 39 ayat 2 yang berbunyi: "Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan pengabdian san penelitian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik perguruan tinggi.

Kompetensi seorang guru dapat dilihat dari pengetahuannya yang luas, keterampilan dan sikap yang berbentuk perilaku cerdas dan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya. Maka dari itu, seorang guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang baik dalam menyampaikan dan menguasai ilmu yang dimilikinya, harus mampu berinteraksi sosial dengan baik, sehingga guru tersebut dapat dengan mudah menyampaikan pembelajaran siswanya bahkan kepada masyarakat luas.

Guru yang memiliki kompetensi profesional akan mampu mewujudkan lingkungan belajar yang efektif, efisien dan menyenangkan bagi siswa, sehingga para siswa merasa nyaman dan tidak cepat bosan dalam belajar dan sistem pembelajaran akan menjadi lebih optimal. Seorang guru harus memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi baru dalam pembelajaran dan kreativitas yang bagus dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga siswa tidak jenuh dan selalu bersemangat dalam belajar.

Seorang guru dituntut untuk memiliki wawasan pengetahuan yang luas agar lebih mudah dalam menyelesaikan suatu masalah dengan sikap yang profesional. Guru juga harus bisa mengikuti perkembangan dan perubahan zaman agar bisa membuat sistem pembelajaran menjadi lebih efektif dan tidak ketinggalan oleh perkembangan teknologi dan informasi. Hal ini dilakukan agar guru dapat memilih dan menentukan metode pendekatan dengan tepat dan teknik yang sesuai untuk perkembangan fisik dan mental siswa. Sehingga guru harus dapat konsisten dalam menentukan dan menerapkan metode dan teknik dalam pembelajaran.

Kompetensi atau kemampuan guru adalah gabungan dari Pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang dimiliki seorang guru. Kompetensi merupakan hal yang harus ada dalam diri seorang guru, sebab dari kompetensi itulah yang dapat menjamin pekerjaan atau penyampaian Pembelajaran akan baik dan berkualitas. Kompetensi akan muncul seiring dengan pengetahuan, keterampilan maupun sikap profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai seorang guru. Kompetensi merupakan standar kemampuan seorang guru untuk menggambarkan kualifikasi seseorang secara kualitatif dan kuantitatif dalam melandasi tugas sebagai seorang guru profesional. Seorang guru akan memiliki kompetensi yang baik ketika dia bekerja atau melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bidang keahlian yang dikuasainya.

Pekerjaan sebagai seorang guru dengan pekerjaan lainnya dapat dibedakan dengan melihat dari tugas dan tanggung jawabnya. Dalam lembaga pendidikan harus menetapkan standar syarat-syarat atau kriteria dalam memilih seorang guru yang baik dari segi fisik, mental dan keahlian yang dikuasainya.

Kompetensi pada guru juga dapat dikatakan seperti menguasai tugasnya dalam mengajar dan mendidik, keterampilan yang dimiliki dan sikap apresiasi agar dapat mewujudkan keberhasilannya dalam pelaksanaan pendidikan. Kompetensi bukan hanya kemampuan dalam menjelaskan dan memberikan pemahaman belajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi keterampilannya ketika mendidik dan menumbuhkan sikap atau contoh yang baik kepada siswa.

Kompetensi guru menurut Cogan (Sagala, 2008: 209) bahwa: "Seorang guru harus mampu untuk memandang dan mendekati berbagai masalah tentang pendidikan dari pandangan masyarakat. Mampu untuk bekerja sama dengan orang lain secara kooperatif dan bertanggung jawab sesuai dengan peran dan tugasnya di lingkungan masyarakat, keinginan agar selalu bertambah dan memiliki kemampuan intelektual sesuaikan dengan perkembangan zaman yang terus berubah dengan pengetahuan serta teknologi yang selalu diperbaharui.

Guru yang profesional adalah guru yang melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan fungsi dan tujuan dari sekolah yang wajib mempunyai kompetensi yang dibutuhkan agar guru dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Menurut Hamalik (2008: 38) guru yang kompeten dan profesional adalah ketika guru mampu mengembangkan tanggung jawabnya dengan baik, melaksanakan perannya hingga menemukan hasil, dapat bekerja dan berusaha untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah serta guru dapat melaksanakan proses mengajar dan belajar di dalam kelas.

Guru yang profesional tidak hanya terfokus pada satu kompetensi profesional saja, tetapi juga harus mampu menguasai empat kompetensi seperti yang telah dituliskan dalam Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, peraturan pemerintah nomor 19 Tahun 2005 agar seorang guru bisa memahami, menguasai dan mempunyai keterampilan dalam menggunakan berbagai sumber belajar dan menguasai kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang menjadi bagian kemampuan seorang guru dan berintegrasi dalam sistem kerja guru.

1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik pada seorang guru adalah kemampuan untuk mengelola atau mengolah pembelajaran untuk memberikan pemahaman dan wawasan atau landasan pendidikan keilmuan agar memiliki keahlian akademik dan intelektual. Dalam kemampuan atau kompetensi pedagogik seorang guru harus sesuai antara latar belakang ilmu yang dikuasainya dengan subjek yang akan dibina, serta harus memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menyelenggarakan sistem belajar di kelas.

Seorang guru harus memiliki keahlian untuk memahami psikologi perkembangan anak, agar guru dapat mengetahui pendekatan seperti apa yang tepat untuk digunakan kepada peserta didik. Seorang guru harus dapat membimbing peserta didiknya melewati masa-masa yang sulit dialami oleh peserta didik ketika belajar, mengetahui dan memahami latar belakang dan kepribadian anak didik agar dapat menemukan solusi ketika menghadapi masalah terhadap peserta didik.

Seorang guru harus mampu menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang bisa digunakan untuk mendidik siswa. Mengembangkan kurikulum yang berkaitan dengan pelajaran yang dikuasai untuk disampaikan kembali kepada siswa. Melaksanakan sistem belajar yang dapat mendidik dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan komunikasi bagi kepentingan sistem pembelajaran.

2. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu kemampuan personal, seperti bersikap stabil, dewasa, arif bijaksana dan berwibawa, agar dapat menjadi teladan bagi siswa dan mencerminkan akhlak mulia.

Kepribadian seorang guru adalah salah satu perwujudan dari setiap karakteristik guru yang sesuai dengan profesinya sebagai seorang guru yang layak untuk dijadikan contoh seorang teladan bagi para peserta didiknya. Kompetensi ini secara tidak langsung menuntut seorang guru untuk dapat berperilaku atau memiliki kepribadian yang baik layaknya sebagai seorang guru yang profesional.

Kompetensi seorang guru telah dicantumkan dalam peraturan menteri pendidikan Nasional nomor 16 Tahun 2007 tentang standar kompetensi guru, yaitu bertindak sesuai norma agama, hukum dan sosial, menunjukkan diri sebagai pribadi jujur, berakhlak mulia serta dapat menjadi teladan bagi pelajar dan masyarakat.

3. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi dengan orang lain. Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan makhluk sosial, yaitu kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional. Kemampuan guru dalam menjalin komunikasi dengan pimpinan. Kemampuanguru berkomunikasi dengan orang tua pelajar. Kemampuan guru berkomunikasi dengan masyarakat.  Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan. Kemampuan untuk pendidikan moral.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Sagala (2009: 39) yang menyatakan bahwa "Indikator kemampuan sosial guru adalah mampu berkomunikasi dan bergaul dengan pelajar, sesama pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua dan wali murid, masyarakat dan lingkungan sekitar, dan mampu mengembangkan jaringan”.

Inti dari kompetensi sosial terletak pada komunikasi, tetapi komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi yang efektif. Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses saling mempengaruhi antar manusia. Komunikasi juga merupakan keseluruhan dari pada perasaan, sikap dan harapan yang disampaikan baik secara langsung atau tidaklangsung, baik yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar karena komunikasi merupakan bagian integral dari proses perubahan.

Sebagai makhluk sosial guru berprilaku santun mampu berkomunikasi dan berinteraksi denganlingkungan secara efektif dan menarik mempunyairasa empati terhadap orang lain.

Kemampuanguru berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan menarik dengan peserta didik dan tenaga kependidikan, orang tua dan wali pelajar, masyarakat sekitar sekolah dan sekitar di mana pendidik itu tinggal, dan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan sekolah.

4. Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Proses belajar dan hasil belajar Peserta Didik bukan saja ditentukan oleh sekolah, pola, struktur, dan isi kurikulumnya, akan tetapi sebagian besar ditentukan oleh kompetensi guru yang mengajar dan membimbing mereka. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan, dan akan lebih mampu mengelola kelasnya, sehingga belajar peserta didik berada pada tingkat optimal.


Rabu, 27 November 2019

Mendeskrpsikan Teman Kelas

BIOGRAFI NOVA TANIA SARI

Nama : NOVA TANIA SARI
TTL : Balai Karangan, 5 November 2000
Alamat : Balai Karangan, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau
Hobi : Menggambar dan membaca
Cita-cita : Guru atau Dosen dan paling penting menjadi Istri Sholihah dan Ibu yang baik.
Makanan F. : Mie Ayam, Bakso, Ayam goreng krispi yang dimasak oleh Ibu
Warna F. : Pink
Motto : Tidak ingin menjadi lebih baik dari orang lain, hanya ingin menjadi lebih baik dari diriku yang kemarin, beuty inside, syar'i outside.
Riwayat Pendidikan : SDN 22 Paus Kec. Sekayam, MTSN Sekayam, SMAN 1 Sekayam
Kuliah di : IAIN Pontianak
Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Jurusan : Pendidikan Agama Islam

Assalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh.
   Saya Wahyu Sri Rizqi, akan bercerita dan mendeskripsikan bagaimanakan seorang Nova Tania Sari.
Nova lahir di Balai Karangan, 5 November 2000. Dia keturunan Melayu asli dari Sekayam, Sanggau. Ayahnya bernama Thayman Salim Yusuf, dan Ibunya bernama Asniati. Dia anak pertama dari 3 bersaudara, adiknya yang pertama bernama Zulfikar 13 tahun dan yang kedua Nabila Shepti 8 tahun. Dia adalah anak pertama, tetapi dia juga sangat dekat dengan ayahnya dan anak yang paling dimanja oleh ayahnya. Saat kecil dia menghabiskan di Balai Karangan, dia juga sangat suka menggambar karakter buku, karena itu adalah hobinya. Tetap sekarang tidak lagi karena dia sudah tahu kalau menggambar makhluk yang benyawa itu tidak diperkenankan. Sekarang dia berharap agar bisa menerbitkan sebuah buku. Saat masih di bangku sekolah Nova bersekolah di SDN 22 Paus Kec. Sekayam, MTSN Sekayam yang sekarang berubah menjadi MTSN 2 Sekayam, dan SMAN 1 Sekayam, dia mengambil jurusan IPA.
   Dia termasuk anak yang cukup pesimis dengan keadaan, namun dia sangat merasa bersyukur karena memiliki teman dan keluarga yang selalu mensupportnya dalam hal yang positif. Dia memiliki sahabat dekat, namanya Alia Yunira Maslihah, yang biasa dipanggil Alia. Alia merupakan teman yang paling Nova percaya dalam hidupnya, dan hampir semua masalah yang pernah Nova lalui selalu diceritakan kepada Alia.
   Sebenarnya Nova lulus dari SMA itu pada tahun 2018, dan dia sanggat ingin langsung melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi. Namun orang tuanya kurang setuju dengan keinginannya, alasan kenapa orang tuanya belum mengizinkan karena pada saat itu juga adiknya yang bernama Zulfikar masuk sekolah di Pondok Pesantren Bogor. Adiknya memang mendapatkan beasiswa, namun biaya masuk pertma di Ponpes itu dibebankan kepada orang tua murid sendiri. Karena Ibunya langsung memutuskan untuk Nova menunda kuliah, dan akhirnya dia pun nengalah, walaupun dia merasa sedikit kecewa, tetapi dia tetap bersabar hingga saat ini dia bisa melanjutkan kuliahnyaa.
   Selama masa menunggu setahun untuk dia melanjutkan kuliah, dia mengisi waktunya dengan mengajar PAUD di ISLAMIC CENTER AL-HAZZA' Kec. Sekayam. Dia mendapat tawaran dari Ummi Yatni, beliau adalah seorang pengelola PAUD tersebut, ISLAMIC CENTER AL-HAZZA' sebenarnya sekolah berjenjang SMP berbasis IT. Dan ini merupakan tantangan bagi Nova, karena dia yang baru lulus SMA sudah menjadi guru PAUD. Tapi semenjak menjadi seorang guru PAUD Nova jadi sangat menyukai anak-anak kecil, selain menyukain anak kecil dia juga menyukai kucing. Kegiatan sehari-harinya full di ISLAMIC CENTER dari Senin hingga Jum'at, paginya dia di PAUD dan sorenya dia di TPQ, paginya biasa dipanggil Ibu dan sorenya biasanya dipanggil kakak atau Ustadzah.
   Penilaian saya terhadap Nova, yang saya tahu Nova di kelas sangat aktif dan pandai mengemukakan pendapat ketika ada yang presentasi di kelas. Dia ramah, baik, lemah lembut, mudah akrab dengan teman, dan pintar. selain itu dia juga sempat menjadi editor buku saat kami ditugaskan untuk membuat buku kelas. Dan saya lihat Nova tipe orang yang tekun dan ulet dalam mengerjakan sesuatu.

Nova Tania Sari

Salam Manis Dari Penulis :)

Penulis : Wahyu Sri Rizqi
Mahasiswa dari IAIN Pontianak
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Prodi Pendidikan Agama Islam


Rabu, 13 November 2019

Pentingnya Pendidikan Agama Islam

Nama: Wahyu Sri Rizqi
NIM: 11901347
Kelas: 1C PAI

Artikel Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang mengajarkan serta mendidik untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupannya.
Menurut Zuhairani, 1983:27 Pendidikan Agama Islam adalah usaha sistematis dan pragmatis dalam mendidik peserta didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Agama Islam.
Menurut Bawani, 1993:65 Pendidikan Agama Islam didefinisikan sebagai upaya untuk mengaktualkan sifat kesempurnaan yang telah dianugerahkan oleh Allah swt, kepada manusia.
Dalam ayat Al-qur'an Allah berfirman bahwa, "Allah akan meninggikan orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu pengetahuan". (Q. S. Al-Mujadalah: 11).
*Cara menerapkan Ilmu Pendidikan Agama Islam dalam kehidupan sehari-hari menurut Mahasiswa.
1. Menjalankan segala perintah Allah.
2. Menjauhi segala larangan.
3. Mengaji dan memahami terjemahan Al-qur'an.
4. Melaksanakan kewajiban sholat, puasa, zakat.
5. Menjalankan sunnah yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw.
5. Menghafalkan Al-qur'an.
6. Bersholawat kepasa Nabi.
7. Beribadah hanya untuk mengharapkan Ridho dari Allah swt.
 Jadi penerapan Ilmu Pendidikan Agama Islam kepada peserta didik sangatlah penting, karena itu akan berpengaruh besar terhadap kehidupan peserta didik mulai dari pendidikan awal hingga dalam kehidupan bermasyarakat nantinya.


Minggu, 13 Oktober 2019

RESUME SKRIPSI

RESUME SKRIPSI
Bismillahirrohmanirrohim...
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Nama : Wahyu Sri Rizqi
NIM : 11901347
Makul : BAHASA INDONESIA
Dosen P : Farninda Aditya, M.Pd

       Resume Sistematika Penulisan Skripsi Mahasiswa IAIN Pontianak, Program Studi PAI di Perpustakaan Kampus IAIN Pontianak.
1. Cover/Sampul
a. Judul Skripsi
"NILAI-NILAI ENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI KHATAMAN AL-QUR'AN DI DESA SENEMPAK KECAMATAN PINOH SELATAN KABUPATEN MELAWI
TAHUN 2018/2019"
b. Penulis : MUCHALLY TAUFIK
2. Lembaran Motto
  • Jadilah seperti padi, yang makin berisi makin merunduk. Jangan seperti pakis, makin tinggi makin menjulang. Maksudnya kerika kita sudah mempunyai ilmu, pamgkat, atau kedudukan yang lebih tinggi janganlah sombong.
  • Ilmu itu ibarat hewan. maka ikatlah ilmu dengan membaca buku.
  • Orang kaya bukanlah orang yang menumpuk harta, tetapi orang kaya adalah orang menggunakan hartanya untuk menolong sesama.
  • Jadilah seorang penghafal Al-Qur'an, karena Al-Qur'an dapat meninggikan drajatmu dan orang tuamu.
  • Gunakan masa sehatmu sebelum masa sakitmu.
  • Gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu.
  • Gunakan masa lapangmu sebelum masa sempitmu.
  • Gunakan masa hidupmu sebelm matimu.
3. Abstrak
       MUCHALLY TAUFIK. Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Khataman Al-Qur'an Di Desa Senempak Kecamatan Piboh Kabupaten Melawi Tahun 2018. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak 2018/2019.
       Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan tentang pelaksanaan Khataman Al-Qur'an dan nilai-nilai pendidikan islam yang terkandung dalam Tradisi Khataman Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan etnografi, jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian adalah guru ngaji, santri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
       Keimpulan: Pelaksanaan Tradisi Khataman Al-Qur'an dilakukan pada hari jum'at, didampingi guru ngaji. Acara dimulai dengan sambutan, lalu pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dimulai dari surah Adh-Dhuha hingga surah Al-Lahab, dan 3 surah terakhir dibaca bersama-sama. Setelah itu membaca surah Al-An'am ayat 115 tiga kali. Nilai pendididkan islam yang terdapat dalam Tradisi Khataman Al-Qur'an di Desa Senempak Kecamatan Pinoh Kabupaten Melawi. Kata kunci: Nilai-nilai pendidikan Islam, Tradisi Khataman Al-Qur'an.

4. DAFTAR ISI
  • ABSTRAK
  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • DAFTAR TABEL
  • DAFTAR GAMBAR
  • DAFTAR LAMPIRAN
  • BAB I PENDAHULUAN
          A. Latar Belakang
          B. Fokus Penelitian
          C. Tujuan Penelitian
          D. Manfaat Penelitian
  • BAB II TRADISI KHTAMAN AL-QUR'AN DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM
          A. Penelitian Terdahulu
          B. Deskripsi Teoritis
               1.) Tradisi
               2.) Khataman
               3.) Nilai Pendidikan Islam
  • BAB III METODE PENELITIAN
          1.) Jenis pendekatan Penelitian
          2.) Sunyek Penelotian
          3.) Setting Penelitian
          4.) Teknik Pengumpulan Data
             a.) Observasi Partisipan
             b.) Wawancara Mendalam
             c.) Teknik Dokumentasi
          5.) Teknik Analisis
          6.) Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
             a.) Mendakan Member Chek
             b.) Trigulasi
  • BAB IV PAPARAN DAN ANALISIS DATA
           A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
                1.) Letak Geografis Desa Senempak
                2.) Keadaan Demografi
                   a,) Keadaan Penduduk Menurut Jenis Kelamin
                   b.) Pendidikan
                   c.) Keadaan Penduduk Berdasrkan Matapencaharian
                   d.) Agama
           B. Paparan dan Analisis Data
                1.) Tata cara pelaksanaan tradisi khataman Al-Qur'an di desa Senempak kecamatan Pinoh 
Selatan Kabupaten Melawi
                2.) Nilai-Nilai Pendidikan
  • BAB V PENUTUP
         A. Kesimpulan
         B. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA
  • LAMPIRAN
5. DAFTAR LAMPIRAN
  • Lampiran 1: Instrmen Listering
  • Lampiran 2: Pedoman Wawancara 
  • Lampiran 3: Hasil Wawancara
  • Lampiran 4: SK Pembahasan Seminar
  • Lampiran 5: SK Pembimbing Skripsi
  • Lampiran 6: SK Izin Penelitian dan Pengumpulan Data
  • Lampiran 7: SK Telah Selesai Melakukan
  • Lampiran 8: Lembar Bimbingan Skripsi
  • Lampiran 9: SK Sidang Skripsi
  • Lampiran 10: Tanda Bukti Perbaikan Skripsi
6. KUTIPAN TEORI
  • Menurut Jaih Mubarok dalam Munjirin (2006:13) masyarakat yang sudah yakin akan agama dan berpegang teguh pada aturan-aturan yang ada dalam agama ajaran agama seringkali dijadikan kaidah dalam mengukur kebudayaan, kebiasaan, diterjemahkan menjadi adat dalam kaidah ilmu fiqih ditetapkan bahwa adat dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan hukum.
  • Menurut Tiwi Mirawati (2016), upacara Garebeg Mulud merupakan sebuah kebudayaan yang masih menggunakan cara Animisme-Dinamisme, akan tetapi dilihat dari nilai segi Islam bahwa upacara tersebut merupakan nilai syukur seorang sultan atas nikmat Allah karena rezeki yang diberikan-Nya kepada masyarakat Yogyakarta, diwujudkan dengan menggunakan simbol-simbol.
  • Menurut Nurhidayah (2001), audio, nyanyian dan musikdapat digunakan sebagai salah satu media penanaman nilai-nilai pendidikan Islam. Dapat menambah nilai-nilai keagamaan pada anak-anak yang meliputi nilai aqidah, ibadah dan akhlak.
  • Fitri Sri Hayati (2006) berpendapat bahwa nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi "Toron Tara" adalah nilai aqidah. Yaitu upaya penanaman pokok-pokok keimanan dalam Islam, terutama penanaman tauhid kepada Allah SWT. dan nilai akhlak, yaitu perwujudan amal perbuatan yang baik (amal sholeh) baik kepada Allah maupun sesama manusia dan lingkungan.
  • Menurut Siti Umi Hanik (2011), nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Tahlilan antara lain, nilai shodaqoh/sedekah, nilai tolong-menolong, nilai solidaritas, nilai silaturahmi, sebagai Ukhwah Islamiyah, nilai keutamaan Dzikrulmaut (mengingat kematian), nilai Dzukrullah (mengingat Allah), unsur dakwah dan nilai kesehatan.
  • Mar'atun Nisa (2006), berpendapat nilai-nilai pendidikan Islam yang ada dalam Tradisi Batumbang Apam di Masjid Al-A'la desa Jatuh kecamatan Pandawan kabupaten Hulu Sungai Tengah. Yaitu nilai dalam bidang aqidah, ibadah, akhlak dan muammalah terbagi dalam nilai adab, do'a, membaca surah Al-Fatihah, nazar, sedekah, sholawat, silaturahim dan syukur.
  • Menurut Rizatul Umami (2012), nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi Sedekah Desa yaitu: Ritual bersih desa, dandan kali, padusan dan tahlil/selamatan. Tradisi-tradisi ini merupakan ritual untuk menumbuhkan masyarakat saling gotong royong dan mempunyai rasa tanggung jawab bersama dalam merawat, menjaga, serta melestarikan desa tersebut.
  • Menurut Liliweri (2014: 97) Tradisi merupakan sesuatu yang dapat bertahan dan berkembang selama ribuan tahun, sering kali tradisi diasosiasikan sebagai sesuatu yang mengandung atau memiliki sejara kuno.
  • Menurutt Suratman dkk (2015: 119), Adat bangsa Indonesia yang "Bhinneka Tunggal Ika" ini tidak mati, melainkan selalu berkembang, senantiasa bergerak serta berdasarkan keharusan selalu dalam keadaan Evolusi Proses Perkembangan Bangsa.
  • Menurut Hasan Langgulung dalam Hiaroni (2006), pendidikan dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu dari sudut pandang Individu dan Masyarakat. Dari sudut pandang individu pendididkan diartikansebagai upaya untuk mengembangkan potensi individu. Sedangkan dari sudut pandang masyarakat pendididkan merupakan pewarisan nilai-nilai budaya oleh generasi tua kepada generasi muda.
7. DAFTAR PUSTAKA
  • Munjirin. 2006. "Nilai-Nilai Pendididkan Agama Islam pada Keseian Kubro di Desa Bukit Mulya kecamatan Subah kabupaten Sambas". Skripsi.
  • Tiwi Mirawati. 2016. "Nilai-Nilai Islam Dalam Tradis Garebeg Mulud dan Implikasinya Terhadap Masyarakat Keraton Yogyakarta". Skripsi, Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
  • Nurhidayah. 2001. "Peranan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Anak-Anak Lewat Nyanyian dan Musik di SDA Palen Kecut Yogyakarta". Skripsi, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
  • Fitri Sri Hayati.2006. Nilai-Nilai Pendidikan Islam Tradisi "Toron Tana" Pada suku Madura". Skripsi. Fakultas Tarbiyah IAIN Pontianak.
  • Siti Umy Hanik. 2011. "Nilai-Nilai Pendididkan Islam dalam Tradisi Tahlilan di desa Krempangan Taman Sidoarjo". Skripsi. Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya.
  • Mar'atun Nisa. 2016. "Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Batumbang Apam di Masjid Al-A'la desa Jatuh kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah". Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Antasari Banjarmasin.
  • Rizatul Umami. 2012. "Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Sedekah Desa pada Masyarakat Nyatnyono". Skripsi. Program Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga.
  • Liliweri, Alo. 2014. Pengantar Studi Kebudayaan, Bandung: Nusa Media.
  • Suratman dkk. 2015. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Malang: Intimedia.
  • Haironi. 2006. Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Malam Tujuh Likur pada Masyarakat Melayu di desa Sekura Teluk Keramah kabupaten Sambas". Skripsi. Tidak dipublikasikan, Pontianak: STAIN Pontianak.













Jumat, 11 Oktober 2019

Surat Cinta Tentang Sholat๐Ÿ˜Š

 . . . . . . . . . . . . . . . . ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . ๐Ÿ’™Surat Cinta Tentang Sholat๐Ÿ’™ . . . . . . . .

"Bila engkau anggap sholat itu hanya sebagai penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya".
"Bila engkau anggap sholat hanya sebagai sebuah kewajiban, maka engkau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakan nya."
"Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Allah."
"Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah SWT."
"Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah SWT."
"Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi."
"Bayangkan katika Adzan Berkumandang, tangan Allah melambai kepadamu untuk mengajakmu lebih dekat dengan-Nya."
"Bayangkan ketika kau Takbir, Allah melihat mu,  Allah tersenyum untuk mu dan Allah bangga terhadap mu."
"Bayangkan ketika Rukuk, Allah menopang tubuhmu hingga kau tak terjatuh, dan kau merasa damai dalam sentuhan-Nya."
"Bayangkan ketika Sujud, Allah mengelus kepalamu dan berbisik lembut di kedua telinga mu lalu mengatakan *Aku Mencintaimu Wahai Hamba-Ku".
"Bayangkan ketika kau Duduk Antara 2 Sujud, Allah berdiri gagah di hadapanmu, lalu mengatakan *Aku tak akan diam jika ada yang mengusikmu."
"Bayangkan ketika kau memberi 'salam' Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu..."

. . . . . . . ๐Ÿ’™Nikmat dan Indahnya sholat ๐Ÿ’™ . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . ๐Ÿ’–Wahyu Sri Rizqi ๐Ÿ’–. . . . . .  . . . . . . . .

Rabu, 09 Oktober 2019

Tugas Bahasa Indonesia

Observasi Prinsip dan Penggunaan EYD/PUEBI pada Kain, Rentang/Spanduk,Benner, Papan Nama, dan lain-lain

Tempat pengambilan foto: Jl. Prof. M. Yamin No. 10 Pontianak
Waktu: Sabtu, 5 oktober 2019 
Pukul: 15.30 WIB
Analisis: Penulisan kata "praktek" pada papan nama tersebut menggunakan kata tidak baku. Karena seharusnya penulisan kata "praktek" itu diganti dengan kata "praktik" agar menjadi kata baku. 
Sumber: Buku EYD, oleh M. K. Abdullah. Spd, halaman 85.


Tempat pengambilan foto: Jl. Prof. M. Yamin No. 10 Pontianak 
Waktu: Sabtu, 5 oktober 2019
Pukul: 15.35 WIB
Analisis: Penulisan kata "taxi" itu tidak baku, karena dipengaruhi bahasa asing. Seharusnya kata "taxi" ditulis "taksi" agar menjadi kata yang baku. 
Sumber: Buku EYD, oleh M. K. Abdullah. Spd, halaman 85. 

Tempat pengambilan foto: Jl. Prof. M. Yamin No. 10 Pontianak 
Waktu: Sabtu, 5 oktober 2019 
Pukul: 15.55 WIB
Analisis: Penulisan kata "foto copy" adalah kata tidak baku, karena dipengaruhi bahasa asing. Seharusnya kata "foto copy" diubah "fotokopi" agar menjadi kata yang baku. 
Sumber: https://fotocopy.id/fotocopy-fotokopi-atau-fotocopi.html


Tempat pengambilan foto: Jl. Prof. M. Yamin No. 10 Pontianak 
Waktu: Sabtu, 5 oktober 2019
Pukul: 14.00 WIB
Analisis: Penulisan kata "property" adalah kata tidak baku, karena dipengaruhi bahasa asing. Seharusnya kata "property" diubah "properti" agar menjadi kata yang baku.
Sumber: https://kbbi.web.id/Property%20atau%properti


Tempat pengambilan foto: Jl. Prof. M. Yamin No. 10 Pontianak 
Waktu: Sabtu, 5 oktober 2019 
Pukul: 14.25 WIB
Analisis: Penulisan kata "merk" adalah kata tidak baku, karena dipengaruhi bahasa asing. Seharusnya kata "merk" diubah "merek" agar menjadi kata baku. 
Sumber: https://kbbi.web.id/Merk%20atau%20merek


Tempat pengambilan foto: Jl. Prof. M. Yamin No. 10 Pontianak 
Waktu: Sabtu, 5 oktober 2019
Pukul: 16.00 WIB
Analisis: Penulisan kata "extra" kata tidak baku, karena dipengaruhi bahasa asing. Seharusnya kata "extra" diubah "ekstra" agar menjadi kata yang baku. 
Sumber: Buku EYD, oleh M. K. Abdullah. Spd, halaman 85.


Tempat pengambilan foto: Jl. Prof. M. Yamin No. 10 Pontianak
Waktu: Sabtu, 5 oktober 2019
Pukul: 16.15 WIB
Analisis: Penulisan kata "mas" kata tidak baku. Seharusnya kata "mas" diubah "emas" agar menjadi kata baku, karena itu menujukkan kata benda.
Sumber: https://kbbi.web.id/Mas%20atau%20emas


Tempat pengambilan foto: Jl. Prof. M. Yamin No. 10 Pontianak
Waktu: Sabtu, 5 oktober 2019
Pukul: 15.45 WIB
Analisis: Penulisan kata "service" kata tidak baku karena dipengaruhi bahasa asing. Seharusnya kata "service" diubah "servis" agar menjadi kata yang baku.
Sumber: https://kbbi.web.id/Service%20atau%20servis


Tempat pengambilan foto: Jl. Prof. M. Yamin No. 10 Pontianak
Waktu: Sabtu, 5 oktober 2019
Pukul: 15.35 WIB
Analisis: Penulisan kata "active" tidak baku, karena dipengaruhi bahasa asing. Seharusnya kata "active" diubah "aktif" agar menjadi kata baku.
Sumber: https://kbbi.web.id/Active%20atau%20aktif


Tempat pengambilan foto: Jl. Prof. M. Yamin No. 10 Pontianak
Waktu: Sabtu, 5 oktober 2019
Pukul: 14.30 WIB
Analisis: Penulisan kata "credit" tidak baku, karena dipengaruhi bahasa asing. Seharusnya kata "credit" diubah "kredit" agar menjadi kata baku.
Sumber: https://kbbi.web.id/Credit%20atau%20kredit

Kamis, 19 September 2019

Pengalaman Bahasa yang unik

Bismillahirrohmanirrohiim...
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Halo teman-teman, kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman bahasa.
 Saat itu saya berbicara dengan teman kelompok PBAK, saya berbicara menggunakan bahasa Melayu Kayong Utara, sedangkan teman saya berasal dari Pontianak, ketika dia bertanya tentang atribut untuk kegiatan PBAK, saya menjawab dengan bahasa saya yang biasanya di akhiri dengan kata "am", dan saat itu juga teman saya bertanya bahwa "am itu apa?". Dan saat itu juga saya tertawa karena saya lupa kalau dia tidak mengerti bahasa yg saya gunakan, hingga dia mengira bahwa kata "am" itu adalah nama orang, padahal sebenarnya kata "am" itu adalah kata tambahan yg biasa d gunakan oleh orang-orang di Kayong Utara.

Kamis, 12 September 2019

Auto Biografi Wahyu Sri


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Hallo...
Perkenalkan nama saya Wahyu Sri Rizqi, tempat tanggal lahir Alur Bandung, 18 Agustus 2002. Alamat saya di jalan Parit Tabak, dusun Nyiur Melambai, desa Alur Bandung, kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Saya anak ke-2 dari 3 bersaudara. Ayah saya bernama Acim Aliansyah, beliau seorang petani. Ibu saya Syarifah Aini, beliau seorang guru Tk. Kakak laki-laki saya bernama Ahmad Sabikun, adik laki-laki saya bernama Abdul Hamid. Riwayat pendidikan, saya SDnya di MIS AL-HUDA Alur Bandung, SMP di MTS Babussa'adah Teluk Batang, SMAnya di SMK AL-AQWAM SUKADANA. Saya kuliah di kampus Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, program studi Pendidikan Agama Islam. Sekarang Tinggal di Asrama Mahasiswi Ratu Nirmala Kayong Utara.